add photo addesign_zpsiq3s6vyk.gif

Senin, 18 Januari 2016

Indonesia, Jagoan Produk Syariah yang Minder

BY Ahmad Wasmari No comments


Indonesia, Jagoan Produk Syariah yang MinderIlustrasi
"Jadi kita (Indonesia) itu jagoan tapi tidak merasa jagoan. Ya antara rendah diri dan rendah hati itu memang dekat," sindirnya.
Dream - Indonesia tidak bisa dibilang pemain baru lagi dalam industri keuangan syariah. Berbagai produk investasi syariah unggulan telah diluncurkan. Sayangnya, pengalaman ini tidak membuat Indonesia dianggap sebagai pemain handal dalam sektor ini.
Mengapa demikian?

Pengamat Ekonomi Syariah, Adiwarman Karim menilai rasa percaya diri orang Indonesia terhadap produk investasi syariah yang dimilikinya cukup rendah.

"Sukuk, kita punya barang bagus, tetapi tidak pintar kasih tahu kalau kita punya produk bagus. Sukuk negara RI itu terbagus di dunia, tetapi kita tidak pintar mengemasnya," ungkap Adiwarman di Jakarta, Senin, 19 Oktober 2015.

Bahkan, Indonesia sudah pantas bersaing dengan Inggris dan Malaysia sebagai pusat keuangan syariah di dunia.

"Di Inggris itu hanya 2-3 universitas menyediakan jurusan syariah. Di Indonesia, ada 160 universitas yang hampir semua menyediakan jurusan ekonomi syariah. Namun, kita tidak ngetop," tegasnya.

"Jadi kita (Indonesia) itu jagoan tapi tidak merasa jagoan. Ya antara rendah diri dan rendah hati itu memang dekat," sindirnya.

Meski demikian, lanjut Adiwarman, perkembangan industri syariah saat ini sudah cukup baik. Hanya saja diharapkan rasa optimis yang besar untuk mengembangkan industri inike depannya.

"Walau begitu kan kita sudah tumbuh dengan baik. Ya walau bagaimanapun kan kita harus berdamai dengan keadaan. Jadi ya kita beli saja produk syariah karena dijamin halal dan kinerjanya juga bagus," pungkasnya.



Kemiripan Ikon Wisata Luar Negeri dan Destinasi di Nusantara

BY Ahmad Wasmari No comments

Ternyata, ada sejumlah tempat di Indonesia yang wujudnya nyaris menyerupai ikon-ikon wisata di luar negeri.
Dream - Ingin berlibur? Tak perlu jauh-jauh ke luar negeri. Indonesia punya segudang tempat menarik yang menanti untuk dikunjungi.
Bahkan di antara tempat-tempat tersebut, ada yang wujudnya nyaris menyerupai ikon-ikon wisata di luar negeri. Seperti beberapa tempat yang ditampilkan dalam foto-foto berikut.
Foto-foto ini tengah ramai dibicarakan netizen di media sosial Facebook. Dalam foto yang diunggah ke dalam Grup Komunitas Peduli Malang (Asli Malang) oleh akun bernama Belonk Hdyra Lafayette itu, tampak sejumlah tempat wisata di Indonesia yang menyerupai ikon-ikon wisata terkenal di luar negeri.
Seperti Patung Merlion yang disandingkan dengan Patung Singa di Bontang. Adapula foto Pacitan yang menandingi pemandangan Sungai Amazon. Dan adapula foto sejumlah tempat lainnya.
Bersama foto, sang pengunggah menuliskan caption, "Ternyata gak usah jauh-jauh ke luar negeri.. Semoga bermanfaat"
Postingan tersebut lantas banyak di-share oleh pengguna Facebook dan menuai komentar positif.
Nah berikut ini foto-fotonya.
Amazon Vs Pacitan

Thailand Vs Banjarmasin 

Paris Vs Kediri

Brasil Vs Toraja

Selandia Baru Vs Toraja

Amerika Serikat Vs Semarang
Vietnam Vs Pacitan

Thailand Vs Mojokerto

Taiwan Vs Semarang

Singapura Vs Bontang

Meksiko Vs Karanganyar

Selandia Baru Vs Bandung

India Vs Bandung

Jepang Vs Cibodak


Sabtu, 16 Januari 2016

Ruang Kantor Startup Indonesia ini Bikin Ngiler, Nggak Percaya? Cek Deh Foto-fotonya!

BY Ahmad Wasmari No comments

Perkembangan teknologi saat ini memunculkan banyak startup yang kian berkembang, termasuk di Indonesia tentunya. Dari sekian banyak startup di tanah air, satu yang namanya dikenal luas adalah Bukalapak.com, yang dikenal sebagai situs belanja online.
bukalapak_5
kredit: Bukalapak

Beberapa waktu lalu, Bukalapak pun mengungkapkan keunikan dari kantor pusatnya yang beralamat di Kemang Timur, Jakarta Selatan. Desain ruangan kantor Bukalapak pun tak ubahnya seperti sebuah pasar malam, hal ini cukup sesuai dengan tulisan yang ada di pintu masuk kantor Bukalapak, yakni “Selamat datang di pasar besar UKM Indonesia”.
kredit: Bukalapak
kredit: Bukalapak
Lalu bagaimana saja sih keunikan dari kantor pusat Bukalapak ini? Yang paling mencolok adalah keberadaan ruangan bertema pasar burung. Tak ubahnya seperti pasar burung, ruangan kerja ini pun dilengkapi dengan berbagai bentuk dan warna sangkar burung. Namun sangkar burung tersebut tentu saja hanya sebagai hiasan, tidak ada burung yang tinggal di dalamnya.
kredit: Bukalapak
kredit: Bukalapak
Masalah kenyamanan juga menjadi perhatian dari startup ini. Buktinya, fasilitas hiburan disediakan lengkap di kantor pusat ini. Bagi para karyawan yang doyan bermain game, kantor ini memiliki pusat hiburan berupa Xbox. Kalaupun ingin olahraga, ada pula berbagai alat olahraga lengkap seperti halnya di sebuah gymnasium.
kredit: Bukalapak
kredit: Bukalapak
kredit: Bukalapak
kredit: Bukalapak
Tak lupa, ruangan – ruangan kerja yang ada di kantor Bukalapak ini pun dilengkapi dengan berbagai kata-kata yang penuh motivasi.  Mulai dari “Straight Roads Do Not Make Skillful Drivers” hingga “Get Shit Done”. Cukup menarik dan bikin ngiler untuk punya tempat kerja seperti ini kan?



Selengkapnya : http://www.beritateknologi.com/ruang-kantor-startup-indonesia-ini-bikin-ngiler-nggak-percaya-cek-deh-foto-fotonya/

Kamis, 14 Januari 2016

Islam Bicara Soal Haters

BY Ahmad Wasmari No comments


Di era komunikasi kekinian ini kita mengalami banyak hal. Kita mengalami banyak perubahan. Kita juga menerima kosa kata baru seperti “haters”, “bully”, dan kosa kata baru lain karena perubahan-perubahan itu. Kita patut bersyukur atas perubahan baik di masyarakat. Tetapi kita juga harus menolak kecenderungan buruk di tengah perubahan itu.
<>

Haters lazimnya dipahami sebagai sebuah ekspresi kebencian seseorang terhadap pihak-pihak tertentu di ruang publik terutama di media sosial seperti twiter, fesbuk, wasap, dan ruang publik lainnya. Bentuk ekspresinya pun beragam, mulai dari gambar, tulisan, atau video.

Umumnya ekspresi itu memuat kata-kata pedas, kasar, dan menyakitkan. Tetapi bisa juga menggunakan bahasa halus yang menyindir dan menohok mulai dari yang masuk akal, tidak masuk akal, dengan alasan kuat, hingga tanpa sebab apa pun.

Untuk melihat fenomena itu baiknya kita awali dengan kutipan Abu Sulaiman Al-Khatthabi dalam kitab Uzlah. Dalam karyanya itu ia mengatakan,

خْبَرَنَا أَبُو سُلَيْمَانَ قَالَ: حَدَّثَنَا الْكَرَّانِيُّ قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ شَبِيبٍ قَالَ: حَدَّثَنَا زَكَرِيَّا بْنُ يَحْيَى الْمِنْقَرِيُّ قَالَ: حَدَّثَنَا الْأَصْمَعِيُّ، عَنْ سُفْيَانَ بْنِ عُيَيْنَةَ قَالَ: " قَالُوا لِعَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ: أَلَا تَأْتِي الْمَدِينَةَ؟ فَقَالَ: «مَا بَقِيَ بِالْمَدِينَةِ إِلَّا حَاسِدٌ لِنِعْمَةٍ أَوْ فَرِحٌ بِنِقْمَةٍ»

Kami menerima kabar dari Sulaiman, dari Al-Karrani, dari Abdullah bin Syabib, dari Zakariya bin Yahya Al-Minqari, dari Al-Ashma’i, dari Sufyan bin Uyainah. Suatu hari orang-orang bertanya kepada Abdullah bin ‘Urwah bin Zubair, “Mengapa kau tidak mengunjungi kota?” Abdullah bin ‘Urwah bin Zubair menjawab, “Di kota tiada yang tersisa selain manusia yang iri pada kebahagiaan orang lain dan gembira atas kesengsaraan orang lain.”

Bagi Islam ekspresi kebencian jelas merupakan sebuah kejahatan yang sepatutnya dijauhi oleh seorang muslim. Karena ekspresi kebencian itu merupakan akhlak tercela. Imam Al-Mawardi dalam kitab Adabud Dunia wad Din menjelaskan,

{وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إذَا حَسَدَ} وَنَاهِيكَ بِحَالِ ذَلِكَ شَرًّا. وَرُوِيَ عَنْ النَّبِيِّ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - أَنَّهُ قَالَ: «دَبَّ إلَيْكُمْ دَاءُ الْأُمَمِ قَبْلَكُمْ الْبَغْضَاءُ وَالْحَسَدُ هِيَ الْحَالِقَةُ حَالِقَةُ الدِّينِ لَا حَالِقَةُ الشَّعْرِ وَاَلَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَا تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا أَلَا أُنَبِّئُكُمْ بِأَمْرٍ إذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ اُفْشُوَا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ» .فَأَخْبَرَ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - بِحَالِ الْحَسَدِ وَأَنَّ التَّحَابُبَ يَنْفِيهِ وَأَنَّ السَّلَامَ يَبْعَثُ عَلَى التَّحَابُبِ، فَصَارَ السَّلَامُ إذًا نَافِيًا لِلْحَسَدِ.

Allah berfirman, “Dari kejahatan orang dengki ketika mendengki,” (Al-Falaq 5). Cukup jelas bagimu bahwa dengki adalah sebuah kejahatan. Rasulullah SAW bersabda, “Penyakit umat-umat sebelum kamu tengah merayap menjangkitimu, penyakit benci dan dengki. Dua penyakit itu menggunduli agamamu, bukan rambutmu. Demi Allah yang mana diriku berada dalam genggaman-Nya, kamu tidak beriman sempurna hingga kamu saling mencintai. Maukah kuberitahukan satu hal yang bila kamu lakukan, kamu akan saling mencintai? Tebarkan salam di antaramu.” Di sini Rasulullah SAW menerangkan perihal dengki. Saling mencintai dapat menghilangkan kedengkian. Menebar salam dapat menumbuhkan rasa cinta. Dengan demikian, salam memupus rasa dengki.

Karena sebuah kejahatan Al-Habib Abdullah bin Husein bin Thahir Ba’alawi dalam kitab Is’adur Rafiq wa Bughyatut Tashdiq fi Syarhi Sullamit Taufiq ila Mahabbatillah alat Tahqiq menyebutnya sebagai maksiat. Berikut ini uraiannya,

ومن معاصى اللسان الغيبة والسكوت عليها رضا بها أو تقريرا، وهي أي الغيبة بمعنى حدها كما يؤخذ من الحديث مع ما صرح به الأئمة ذكرك أخاك المسلم، وكذا الذمى على ما يأتى المعين للسامع سواء الحي والميت بما يكرهه أي بما يكره أن تذكره به مما فيه بحضرته أو غيبته على المعتمد سواء كان في بدنه...أو في نسبه...أو نحوهما مما يكرهه كيف كان...أو في خلقه...أو في فعله الديني...أو الدنيوي...أو ثوبه...أو داره...أو دابته...أو ولده...أو زوجته...أو خادمه...أو غير ذلك من كل ما يعلم أنه يكرهه لو بلغه. وفي الحديث "ذكرك الغير بما فيه غيبة وبما ليس فيه بهتان"

Salah satu maksiat mulut adalah ghibah. Diam atas ghibah menandai senang terhadap ghibah atau menyetujuinya. Definisi ghibah sebagaimana disarikan dari hadits dan uraian para ulama adalah kamu menceritakan perihal tertentu dari saudaramu yang muslim atau nonmuslim baik masih hidup maupun sudah wafat di hadapan seseorang. Sementara yang bersangkutan tidak menyukai ceritamu apa pun perihal dirinya baik di hadapan maupun di luar kehadirannya.

Dalam ghibah ini kamu bisa jadi menceritakan fisik, nasab, atau selain keduanya yang tidak ia sukai apapun itu, perilaku, pengamalan agama, aktivitas duniawi, pakaian, rumah, kendaraan, anak, istri, pembantunya, atau cerita lain-lain yang ia tidak sukai bila cerita itu sampai kepadanya. Dalam hadits Rasulullah SAW bersabda, “Ceritamu perihal saudaramu apa pun itu adalah ghibah. Sedangkan ceritamu perihal saudaramu yang tidak ada pada dirinya adalah sebuah dusta besar.”

Lalu apa sanksi yang patut diterima oleh pelakunya? Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumiddin mengutip sebuah hadits yang kemudian disyarahkan oleh Sayid Muhammad bin Muhammad Al-Huseini Az-Zabidi dalam Ithafus Sadatil Muttaqin.

وقال صلى الله عليه وسلم "الجنة حرام على كل فاحش أن يدخلها" أي الفاحش ذو الفحش في قوله أو فعله لا يدخلها مع الأولين أو قبل تعذيبه وتطهيره بالنار إلا أن عفي عنه

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Surga haram dimasuki oleh mereka yang buruk.” Mereka adalah orang yang berbicara atau berperilaku buruk. Mereka tidak akan masuk surga bersama rombongan pertama. Mereka tidak akan masuk surga sebelum disiksa dan disucikan oleh api neraka kecuali orang-orang yang dimaafkan Allah.

Berdasarkan uraian dari pelbagai keterangan di atas ekspresi kebencian jelas merupakan akhlak tercela yang harus dijauhi oleh seorang beragama yang baik terlepas kebencian ditujukan untuk kepada saudara muslim maupun saudara nonmuslim.

Di samping itu ekspresi kebencian dapat mengantarkan pelakunya ke dalam nasib yang sangat malang di akhirat kelak. Apalagi hukum di Indonesia juga sudah mengatur masalah ini melalui dakwaan pencemaran nama baik seperti Undang-Undang ITE. Karenanya kita sedapat mungkin menjaga kesantunan berkomunikasi di ruang publik agar selamat di dunia lebih-lebih di akhirat. Wallahu a’lam. (Alhafiz K)
Islam Bicara Soal Haters
Di era komunikasi kekinian ini kita mengalami banyak hal. Kita mengalami banyak perubahan. Kita juga menerima kosa kata baru seperti “haters”, “bully”, dan kosa kata baru lain karena perubahan-perubahan itu. Kita patut bersyukur atas perubahan baik di masyarakat. Tetapi kita juga harus menolak kecenderungan buruk di tengah perubahan itu.
<>
Haters lazimnya dipahami sebagai sebuah ekspresi kebencian seseorang terhadap pihak-pihak tertentu di ruang publik terutama di media sosial seperti twiter, fesbuk, wasap, dan ruang publik lainnya. Bentuk ekspresinya pun beragam, mulai dari gambar, tulisan, atau video.

Umumnya ekspresi itu memuat kata-kata pedas, kasar, dan menyakitkan. Tetapi bisa juga menggunakan bahasa halus yang menyindir dan menohok mulai dari yang masuk akal, tidak masuk akal, dengan alasan kuat, hingga tanpa sebab apa pun.

Untuk melihat fenomena itu baiknya kita awali dengan kutipan Abu Sulaiman Al-Khatthabi dalam kitab Uzlah. Dalam karyanya itu ia mengatakan,

خْبَرَنَا أَبُو سُلَيْمَانَ قَالَ: حَدَّثَنَا الْكَرَّانِيُّ قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ شَبِيبٍ قَالَ: حَدَّثَنَا زَكَرِيَّا بْنُ يَحْيَى الْمِنْقَرِيُّ قَالَ: حَدَّثَنَا الْأَصْمَعِيُّ، عَنْ سُفْيَانَ بْنِ عُيَيْنَةَ قَالَ: " قَالُوا لِعَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ: أَلَا تَأْتِي الْمَدِينَةَ؟ فَقَالَ: «مَا بَقِيَ بِالْمَدِينَةِ إِلَّا حَاسِدٌ لِنِعْمَةٍ أَوْ فَرِحٌ بِنِقْمَةٍ»

Kami menerima kabar dari Sulaiman, dari Al-Karrani, dari Abdullah bin Syabib, dari Zakariya bin Yahya Al-Minqari, dari Al-Ashma’i, dari Sufyan bin Uyainah. Suatu hari orang-orang bertanya kepada Abdullah bin ‘Urwah bin Zubair, “Mengapa kau tidak mengunjungi kota?” Abdullah bin ‘Urwah bin Zubair menjawab, “Di kota tiada yang tersisa selain manusia yang iri pada kebahagiaan orang lain dan gembira atas kesengsaraan orang lain.”

Bagi Islam ekspresi kebencian jelas merupakan sebuah kejahatan yang sepatutnya dijauhi oleh seorang muslim. Karena ekspresi kebencian itu merupakan akhlak tercela. Imam Al-Mawardi dalam kitab Adabud Dunia wad Din menjelaskan,

{وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إذَا حَسَدَ} وَنَاهِيكَ بِحَالِ ذَلِكَ شَرًّا. وَرُوِيَ عَنْ النَّبِيِّ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - أَنَّهُ قَالَ: «دَبَّ إلَيْكُمْ دَاءُ الْأُمَمِ قَبْلَكُمْ الْبَغْضَاءُ وَالْحَسَدُ هِيَ الْحَالِقَةُ حَالِقَةُ الدِّينِ لَا حَالِقَةُ الشَّعْرِ وَاَلَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَا تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا أَلَا أُنَبِّئُكُمْ بِأَمْرٍ إذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ اُفْشُوَا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ» .فَأَخْبَرَ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - بِحَالِ الْحَسَدِ وَأَنَّ التَّحَابُبَ يَنْفِيهِ وَأَنَّ السَّلَامَ يَبْعَثُ عَلَى التَّحَابُبِ، فَصَارَ السَّلَامُ إذًا نَافِيًا لِلْحَسَدِ.

Allah berfirman, “Dari kejahatan orang dengki ketika mendengki,” (Al-Falaq 5). Cukup jelas bagimu bahwa dengki adalah sebuah kejahatan. Rasulullah SAW bersabda, “Penyakit umat-umat sebelum kamu tengah merayap menjangkitimu, penyakit benci dan dengki. Dua penyakit itu menggunduli agamamu, bukan rambutmu. Demi Allah yang mana diriku berada dalam genggaman-Nya, kamu tidak beriman sempurna hingga kamu saling mencintai. Maukah kuberitahukan satu hal yang bila kamu lakukan, kamu akan saling mencintai? Tebarkan salam di antaramu.” Di sini Rasulullah SAW menerangkan perihal dengki. Saling mencintai dapat menghilangkan kedengkian. Menebar salam dapat menumbuhkan rasa cinta. Dengan demikian, salam memupus rasa dengki.

Karena sebuah kejahatan Al-Habib Abdullah bin Husein bin Thahir Ba’alawi dalam kitab Is’adur Rafiq wa Bughyatut Tashdiq fi Syarhi Sullamit Taufiq ila Mahabbatillah alat Tahqiq menyebutnya sebagai maksiat. Berikut ini uraiannya,

ومن معاصى اللسان الغيبة والسكوت عليها رضا بها أو تقريرا، وهي أي الغيبة بمعنى حدها كما يؤخذ من الحديث مع ما صرح به الأئمة ذكرك أخاك المسلم، وكذا الذمى على ما يأتى المعين للسامع سواء الحي والميت بما يكرهه أي بما يكره أن تذكره به مما فيه بحضرته أو غيبته على المعتمد سواء كان في بدنه...أو في نسبه...أو نحوهما مما يكرهه كيف كان...أو في خلقه...أو في فعله الديني...أو الدنيوي...أو ثوبه...أو داره...أو دابته...أو ولده...أو زوجته...أو خادمه...أو غير ذلك من كل ما يعلم أنه يكرهه لو بلغه. وفي الحديث "ذكرك الغير بما فيه غيبة وبما ليس فيه بهتان"

Salah satu maksiat mulut adalah ghibah. Diam atas ghibah menandai senang terhadap ghibah atau menyetujuinya. Definisi ghibah sebagaimana disarikan dari hadits dan uraian para ulama adalah kamu menceritakan perihal tertentu dari saudaramu yang muslim atau nonmuslim baik masih hidup maupun sudah wafat di hadapan seseorang. Sementara yang bersangkutan tidak menyukai ceritamu apa pun perihal dirinya baik di hadapan maupun di luar kehadirannya.

Dalam ghibah ini kamu bisa jadi menceritakan fisik, nasab, atau selain keduanya yang tidak ia sukai apapun itu, perilaku, pengamalan agama, aktivitas duniawi, pakaian, rumah, kendaraan, anak, istri, pembantunya, atau cerita lain-lain yang ia tidak sukai bila cerita itu sampai kepadanya. Dalam hadits Rasulullah SAW bersabda, “Ceritamu perihal saudaramu apa pun itu adalah ghibah. Sedangkan ceritamu perihal saudaramu yang tidak ada pada dirinya adalah sebuah dusta besar.”

Lalu apa sanksi yang patut diterima oleh pelakunya? Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumiddin mengutip sebuah hadits yang kemudian disyarahkan oleh Sayid Muhammad bin Muhammad Al-Huseini Az-Zabidi dalam Ithafus Sadatil Muttaqin.

وقال صلى الله عليه وسلم "الجنة حرام على كل فاحش أن يدخلها" أي الفاحش ذو الفحش في قوله أو فعله لا يدخلها مع الأولين أو قبل تعذيبه وتطهيره بالنار إلا أن عفي عنه

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Surga haram dimasuki oleh mereka yang buruk.” Mereka adalah orang yang berbicara atau berperilaku buruk. Mereka tidak akan masuk surga bersama rombongan pertama. Mereka tidak akan masuk surga sebelum disiksa dan disucikan oleh api neraka kecuali orang-orang yang dimaafkan Allah.

Berdasarkan uraian dari pelbagai keterangan di atas ekspresi kebencian jelas merupakan akhlak tercela yang harus dijauhi oleh seorang beragama yang baik terlepas kebencian ditujukan untuk kepada saudara muslim maupun saudara nonmuslim.

Di samping itu ekspresi kebencian dapat mengantarkan pelakunya ke dalam nasib yang sangat malang di akhirat kelak. Apalagi hukum di Indonesia juga sudah mengatur masalah ini melalui dakwaan pencemaran nama baik seperti Undang-Undang ITE. Karenanya kita sedapat mungkin menjaga kesantunan berkomunikasi di ruang publik agar selamat di dunia lebih-lebih di akhirat. Wallahu a’lam. (Alhafiz K)


Sumber: http://www.nu.or.id/post/read/64537/islam-bicara-soal-haters

Minggu, 10 Januari 2016

Tips Agar Foto Terlihat Menarik: Prinsip Umum Seni

BY Ahmad Wasmari IN No comments

Ada banyak cara agar foto terlihat menarik, salah satu tips fotografinya adalah  menggunakan prinsip umum seni dan unsur visual yang ada.  Pertama-tama saya akan memberikan tips fotografi dari sisi seninya dulu, karena umumnya fotografi selalu dikaitkan dengan bagaimana seni pada momen yang tertangkap dengan kamera. Prinsip umum seni antara lain:
 
1. Keseimbangan (balance)
Keseimbangan atau balance adalah pembagian bidang sama berat antara bagian kiri dan kanan, atau atas dan bawah. Prinsip keseimbangan berkaitan dengan bobot. Foto yang merupakan karya dua dimensi prinsip keseimbangan ditekankan pada bobot kualitatif atau bobot visual, artinya berat – ringannya obyek hanya dapat dirasakan. Foto dikatakan seimbang bila komposisi objek di bagian kanan dan kiri secara visual
 
lensafotografi.com
Gambar 1
keseimbangan komposisi antara kira dan kanan
 
terkesan sama beratnya. Pencapaian keseimbangan tidak harus menempatkan obyek secara simetris atau di tengah-tengah. Keseimbangan juga dapat diperoleh antara penggerombolan dengan obyek-obyek yang berukuran kecil dengan penempatan sebuah bidang yang berukuran besar. Atau mengelompokkan beberapa
 obyek yang berwarna ringan (terang) dengan sebuah obyek berwarna berat (gelap)Tekanan (emphasize)sehingga foto terlihat menarik.
 
lensafotografi.com
Gambar 2
Selective focus dengan DoF yang sempit, objek berupa ibu-ibu yang sedang mendorong sepeda.
 
2. Tekanan (emphasize)
Tips agar foto terlihat menarik selanjutnya  adalah terkait dengan tekanan. Pada fotografi bagian yang menarik perhatian menjadi persoalan/masalah prinsip penekanan yang lebih sering disebut prinsip dominasi. Dominasi/penonjolan objek pada fotografi dapat dicapai melalui alternatif  melalui menggerombolkan beberapa unsur, pengaturan  yang  berbeda, baik ukuran atau    warnanya. Seperti misalnya gambar orang dewasa pada sekelompok anak kecil, warna merah di antara warna kuning. Penempatan dominasi tidak mesti di tengah-tengah, walaupun posisi   tengah menunjukkan kesan stabil. Salah satunya dengan pengaturan DoF, Pada fitur kamera DSLR kita bisa mengatur agar DoF kecil sehingga bila membidik objek yang akan  tajam hanyalah objek itu saja secara otomatis penekanan yang ingin ditonjolkan pada objek itu saja.
 
Penonjolan salah satu objek  di dalam fotografi sering disebut focal point atau point of interest dengan focal point foto terlihat menarik karena disitulah sering yang ingin diketahui oleh penikmat fotografi. Ada beberapa cara untuk menonjolkan objek, diantaranya sebagai berikut:
 
lensafotografi.com
Gambar 3
Warna yang sangat kontras
 
a. Kontras
Kontras adalah perbedaaan mencolok antara satu elemen visual dengan elemen visual lainnya. Bisa berupa kekontrasan bentuk, warna, tekstur, bahan, dan sebagainya. Untuk menciptakan kontras, objek yang dianggap penting dibuat berbeda dengan elemen-elemen lainnya. Jika semua elemen mendatar (horizontal) maka objek yang akan anda tonjolkan dibuat tegak berdiri Ivertikal). Jika semua bidang berwarna dingin, maka bidang berwarna panas akan tampak menonjol.
 
b. Isolasi objek
Focal point dapat diciptakan dengan memisahkan objek dari beberapa objek lainnya. Secara visual, objek yang terisolasi akan lebih menarik perhatian. Bahasa gampangnya mudahnya,  objek yang anda foto terlihat nyeleneh dari yang lain.
 
c. Penempatan objek
Penempatan objek yang tepat akan menyebabkan foto terlihat menarik, Objek yang ditempatkan di tengah bidang atau titik pusat garis perspektif atau pada titik pusat garis persepektif akan menjadi focus perhatian. Elemen kunci ini sering disebut stopping power atau eye-cather karena tugasnya menghentikan  mata permirsa. Tanpa eye-catcher, perhatian orang akan lewat begitu saja. Objek yang kecil dapat pula menjadi focal point jika dikelilingi bidang kosong.
 
d. Irama (rhytm)
lensafotografi.com
Gambar 4
Unsul visual yang berulang-ulang sehingga menimbulkan irama
 
Irama dalam fotografi dapat timbul jika ada pengulangan yang teratur dari unsur yang digunakan. Irama dapat  terjadi pada fotografi karena adanya pengaturan unsur garis, raut, warna, teksture, gelap-terang secara berulang-ulang. Sering melihat objek foto berupa sawah subak, tentunya foto terlihat menarik karena adannya unsure visual yang berulang-ulang  unsur visual tersebut berupa garis lengkung  kontur tanah.
unsur-unsur Pengulangan unsur bisa bergantian yang biasa disebut irama alternatif. Irama dengan perubahan ukuran (besar-kecil) disebut irama progresif. Irama gerakan mengalun atau Flowing dapat dilakukan secara kontinyu (dari kecil ke besar) atau sebaliknya. Irama repetitif adalah pengulangan bentuk, ukuran, dan  warna yang sama (monotun).
e. Kesatuan (unity)
Tips terkahir dari prinsip umum seni agar mendapatkan foto terlihat menarik adalah menyatukan prinsip-prinsip yang sudah saya jelaskan tadi. Untuk mendapatkan suatu kesan kesatuan yang lazim disebut unity memerlukan prinsip keseimbangan, irama, proporsi, penekanan dan keselarasan. Antara bagian yang satu dengan yang lain merupakan suatu kesatuan yang utuh, saling mendukung dan sistematik membentuk suatu karya fotografi. Dalam penerapannya pada fotografi prinsip kesatuan menekankan pada pengaturan obyek atau komponen obyek secara berdekatan atau penggerombolan unsur atau bagian-bagian. Dalam kekriyaan pengaturan ini bisa dilakukan atau dapat dilakukan dengan cara permainan teknik pahatan, memformulasikan obyek, subyek, dan isian-isian pada suatu bidang garapan.
 
 
Sumber:
Rakhmat Supriyono , Your Guide to Good Photography

Tips Komposisi Agar Foto Makin Keren

BY Ahmad Wasmari IN No comments

Komposisi fotografi, seperti halnya komposisi dalam bidang seni apapun adalah ibarat selera akan makanan, semua kembali ke preferensi  masing-masing. Namun begitu, ada beberapa panduan tertentu yang tak lekang waktu dan ikut di amini oleh mayoritas pelaku
20 Tips komposisi fotografi yang akan anda baca berikut ini lumayan singkat dan tidak bertele-tele,  kami saring dari berbagai sumber dan juga pengalaman. Isinya bukan aturan tapi panduan, karena sekali lagi komposisi adalah masalah selera.
Oh satu lagi, topik komposisi lumayan sering dibahas di belfot.com. Anda bisa melihatnya dengan mengetikkan kata komposisi di kotak search yang ada di sidebar kanan dan akan ada dereten artikel mengenai komposisi yang bisa anda baca. Silahkan nikmati 20 tips singkat ini:
  1. Tarik perhatian ke arah subyek utama dalam foto. Manfaatkan warna,bentuk, cahaya atau garis supaya foto tampak kuat dan menyedot perhatianSedot Perhatian
  2. Sederhana, makin sederhana susunan foto anda makin kuat kesan yang ditimbulkansimpel
  3. Kurangi elemen yang tidak seirama. Jika menurut anda ada elemen tertentu yang merusak irama dan keharmonisan foto, singkirkan – tutupi – atau pindahkan sudut pemotretan supaya elemen tersebut hilangirama
  4. Penuhi seluruh isi frame dengan obyek utama. Kadang foto yang kuat kesannya adalah foto yang tanpa background sama sekaliPenuhi Frame
  5. Jangan biarkan ruang kosong mendominasi foto. Manfaatkan komposisi framing, baca lebih jauh disiniruang
  6. Cek daerah disekitar garis frame, jangan biarkan ada tangan, kaki atau bagian penting obyek terpotong tanpa alasan kuat
  7. Maksimalkan penggunaan point of view (titik pandang) yang menarik, jangan melulu memotret dari depan subyekPoint of view
  8. Jangan lupa rules of thirds. Tarik garis imajiner yang membagi foto menjadi 9 bagian sama besar. Tempatkan obyek utama di persimpangan garis-garisnyarule of third
  9. Saat memotret orang, usahakan selalu agar mata berada diatas garis tengah fotokomposisi mata
  10. Bagian paling terang dalam foto adalah bagian yang paling menyedot perhatian mata. Taruh obyek utama disanaSandcastle on Morro Strand State Beach, with Morro Rock visible in background, after sunset 24 Aug 2009
  11. Background lah yang memperkuat kesan. Jadi jangan biarkan background mematikan obyek utama. Baca lebih jauh tentang background disini.2985066755_a23e402f28_m
  12. Memotret secara horisontal memperkuat kesan lebar dan secara vertikal memperkuat kesan tinggi
  13. Tajamkan mata untuk mengenali pola yang berulang, manfaatkan Pola
  14. Tajamkan mata untuk mengenali pola simetri, manfaatkanSimetri
  15. Leading line dan kurva-S selalu menyenangkan dilihatCurve
  16. Untuk memotret anak-anak, jongkoklah. Sejajarkan kamera dengan mata merekaKomposisi anak-anak
  17. Hindari menaruh titik perhatian tepat ditengah-tengah foto
  18. Hindari meletakkan garis horison tepat di tengah foto, usahakan horison ada di sepertiga atas atau bawahDelineated
  19. Jangan biarkan garis horison menabrak bagian obyek yang penting
  20. Cek, cek dan cek lagi sesaat sebelum memencet shutter. Pastikan apa yang tampak di viewfinder sesuai keinginan anda

Sabtu, 09 Januari 2016

Cara Memasang Widget Jumlah Pengunjung Blog

BY Ahmad Wasmari IN No comments


Ada beragam widget yang bisa kita dapatkan untuk mengetahui jumlah pengunjung yang sedang online di blog kita. Salah satu widget yang saya akan bahas yaitu Whos.amung.us. Anda dapat memperoleh widget script gratis langsung langsung websitenya. Widget ini juga memiliki fungsi untuk mengetahui lokasi dari pengunjung yang datang ke blog atau situs anda. Anda juga dapat mengetahui jumlah pengunjung yang online pada jam-jam tertentu serta mengetahui apa yang halaman atau page yang dibuka oleh pengunjung. Anda tidak perlu melakukan registrasi untuk memperoleh script codenya. Anda hanya perlu mengkopi script kodenya pada blog setelah anda menentukan posisi widget pada blog. Jika anda tertarik untuk memasang widget ini ikuti trik dan tips yang satu ini:

1.       Kunjungi Situs http://whos.amung.us
2.       Kemudian Klik Widgets


3.       Pilih salah satu diantara 5 Widget (Disini saya memilih Widget Tab)



4.       Klik / Copy Clipboard / Lihat Gambar Dibawah ini
5.       Login ke Blogger
6.       Masuk ke Tata Letak > Klik Tambahkan Gadget > HTML/JavaScript


7.       Paste Code Script di KONTEN


8.       Simpan


Dan ini Hasilnya :


Bagaimana mudahkan membuatnya, anda dapat mengatur posisi widget tersebut sesuai selera yang anda suka pada blog. Jika anda klik pada widget tersebut maka anda akan diarahkan ke halaman statistik pengujung pada situs Whos.amung.us.

Jumat, 08 Januari 2016

AKUNTANSI KEUANGAN MANAJEMEN

BY Ahmad Wasmari No comments

TARGET COSTING
 
I.        Latar Belakang
             Dalam kondisi persaingan yang semakin kompetitif, setiap badan usaha dituntut untuk memiliki keunggulan yang bersaing agar dapat bertahan dan memenangkan persaingan untuk mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan. Salah satu tujuan perusahaan yang utama adalah untuk memperoleh laba.
Biaya sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi laba merupakan unsur penting dalam menjamin kemenangan perusahaan dalam melakukan persaingan di pasar. Bagi perusahaan manufaktur, perencanaan biaya harus lebih strategis karena merupakan dasar untuk menentukan harga jual produk yang dihasilkan perusahaan. Dimana harga jual produk yang ditetapkan oleh suatu perusahaan diharapkan mampu bersaing di pasaran. Penentuan harga jual yang dapat bersaing bukanlah hal yang mudah dilakukan. Harga jual yang terlalu tinggi dapat berakibat kalahnya perusahaan dalam persaingan, sedangkan harga jual yang terlalu rendah dapat mengakibatkan tidak tercapainya tujuan perusahaan yaitu untuk memperoleh laba pada tingkat yang diinginkan.
Dalam jangka panjang harga jual produk atau jasa yang ditetapkan harus mampu menutupi semua biaya-biaya dan pengeluaran yang dilakukan untuk memproduksi barang, dan dapat memperoleh laba yang diinginkan. Akan tetapi, penentuan harga jual yang didasarkan atas besarnya biaya yang dikeluarkan tidak dapat bertahan di pasar karena manajer perusahaan terlebih dahulu menghitung besarnya biaya yang dikeluarkan dalam memproduksi produk, sehingga harga jual ditentukan berdasarkan biaya yang dikeluarkan. Atau dengan kata lain biaya yang menentukan harga jual. Untuk membantu manajer perusahaan, maka diperkenalkan sistem pengendalian biaya total dengan kalkulasi biaya target (target costing) yang merupakan metode pengerjaan terbalik yaitu dari penentuan harga di pasar kemudian baru menentukan biaya. Dimana dengan menggunakan biaya target (target costing) departemen pemasaran menetapkan karakteristik dan harga produk yang dapat diterima pelanggan dan selanjutnya tugas teknisi perusahaan mendesaian dan mengembangkan produk sehingga biaya dan laba dapat ditutupi oleh harga.
Pendekatan perhitungan biaya target (target costing) ini dikembangkan berdasarkan atas dua karakteristik penting sebagaimana dikemukakan oleh Garrison, Noreen, dan Brewer (2006 : 542) “yaitu pasar dan biaya“. Pertama adalah perusahaan tidak dapat mengendalikan harga, pasarlah (penawaran dan permintaan) yang menentukan harga. Oleh karena itu, harga pasar yang diantisipasi ditentukan sebagai sesuatu yang diberikan. Kedua adalah sebagian besar biaya produk ditentukan pada tahap desain. Sebagian besar kesempatan untuk mengurangi biaya ada pada tahap desain seperti menggunakan bahan yang murah, kuat, serta andal. Artinya sebelum biaya dimasukkan ke dalam produk, teknisi perusahaan merancang desain produk dengan menggunakan bahan yang murah tetapi dapat diterima oleh pelanggan. Jika pengendalian perusahaan kecil atas harga pasar dan atas biaya setelah produk dimasukkan ke dalam produksi maka kesempatan besar untuk mempengaruhi laba datang dari tahap desain, tahap dimana spesifikasi yang pembeli bersedia membayarnya dapat ditambahkan dan dimana sebagian besar biaya benar-benar ditentukan. Meskipun tujuan langsung dalam biaya target (target costing) adalah biaya, namun biaya target (target costing) tetap dihubungkan dalam perencanaan perusahaan yaitu untuk memperoleh laba yang maksimal.
Berdasarkan uraian pada latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan masalah penelitian sebagai berikut:
1.    “Apakah penerapan konsep target costing dapat meningkatkan efisiensi biaya produksi ?”
2.    “Apakah pendekatan target costing dapat meningkatkan perolehan  laba yang maksimal ?”
II.        PEMBAHASAN
1.    Pengertian Biaya
Dalam akuntansi di Indonesia terdapat istilah-istilah biaya, beban, dan harga perolehan yang identik dengan cost dalam literatur akuntansi berbahasa Inggris. Harga perolehan biasanya digunakan untuk pengorbanan manfaat ekonomis yang dilakukan untuk mendapatkan suatu aktiva. Termasuk dalam kelompok harga perolehan adalah harga beli dan pengorbanan lainnya yang dilakukan untuk mempersiapkan aktiva yang bersangkutan sampai siap digunakan. Istilah biaya umumnya digunakan untuk pengorbanan manfaat ekonomis untuk memperoleh jasa yang tidak dikapitalisir nilainya. Beban merupakan biaya yang tidak dapat memberikan manfaat di masa yang akan datang atau identik dengan biaya atau harga perolehan yang sudah habis masa manfaatnya. Berkenaan dengan batasan yang terakhir ini dimana terdapat biaya yang langsung diperlakukan sebagai beban dalam pelaporan keuangan konvensional, maka istilah biaya sering digunakan secara bergantian dengan istilah beban.
Hansen dan Mowen mengemukakan bahwa : “Biaya adalah kas atau nilai ekuivalen kas yang dikorbankan untuk barang atau jasa yang diharapkan membawa keuntungan masa ini dan masa datang untuk organisasi.”
Biaya dikeluarkan untuk menghasilkan manfaat di masa depan. Dalam perusahaan penghasil laba, manfaat di masa depan biasanya berarti pendapatan. Karena biaya digunakan dalam memperoleh pendapatan, biaya ini dimaksudkan untuk biaya yang digunakan disebut beban.
Berikut ini pengertian biaya dikemukakan oleh Sunarto bahwa biaya adalah harga pokok atau bagiannya yang telah dimanfaatkan atau dikonsumsi untuk memperoleh pendapatan. Sedangkan Muqodim  mengatakan bahwa : “biaya adalah aliran keluar atau penggunaan aktiva, atau terjadinya utang (atau kombinasi di antara keduanya) dari penyerahan atau produksi barang, penyerahan jasa atau pelaksanaan kegiatan utama suatu perusahaan.”
Dari definisi di atas dapat dijelaskan bahwa umumnya secara normal biaya terjadi karena kegiatan-kegiatan yang menyebabkan pengeluaran kas (atau pada akhirnya menyebabkan pengeluaran kas) yang berkaitan dengan usaha untuk menghasilkan pendapatan.
Selain itu Witjaksono mengemukakan bahwa : “biaya adalah suatu pengorbanan sumber daya untuk mencapai suatu tujuan tertentu “. Dengan perkataan lain, biaya sebagai satuan moneter atas pengorbanan barang dan jasa untuk memperoleh manfaat di masa kini atau masa yang akan datang, dan biaya atau cost adalah sama dengan pengorbanan sumber daya ekonomi (resources).
Mursyidi mengemukakan bahwa : “biaya adalah pengorbanan sumber ekonomi baik yang berwujud maupun tidak berwujud yang dapat diukur dalam satuan uang, yang telah terjadi atau akan terjadi untuk mencapai tujuan tertentu.” Dengan kata lain biaya merupakan suatu pengorbanan yang dapat mengurangi kas atau harta lainnya untuk mencapai tujuan, baik yang dapat dibebankan pada saat ini maupun pada saat yang akan datang.
Prawironegoro dan Purwanti menyatakan bahwa : “biaya adalah kas dan setara kas yang dikorbankan untuk memproduksi atau memperoleh barang atau jasa yang diharapkan akan memperoleh manfaat atau keuntungan dimasa mendatang.”
Biaya merupakan kas atau nilai setara dengan kas yang dikorbankan untuk barang dan jasa yang diharapkan dapat memberikan manfaat pada saat ini atau masa mendatang bagi organisasi, disebut setara dengan kas karena sumber daya non kas dapat ditukarkan dengan barang atau jasa yang dikehendaki.
 
2.    Klasifikasi Biaya
Klasifikasi biaya dapat dihubungkan dengan suatu proses produksi dalam perusahaan industri baik yang mempunyai hubungan langsung maupun tidak langsung, yaitu berhubungan dengan :
a.    Produk
b.    Volume produksi
c.    Departemen manufaktur
d.    Periode akuntansi
Biaya juga dapat diklasifikan menurut Mursyidi dalam hubungannya dengan operasi perusahaan, yaitu biaya operasional (biaya penjualan dan biaya administrasi umum) dan biaya non-operasional, artinya biaya yang telah dikeluarkan dan diperhitungkan namun tidak mempunyai hubungan langsung dengan usaha pokok perusahaan, misalnya biaya bunga untuk perusahaan industri manufaktur. Biaya juga dapat diklasifikasikan berdasarkan tercapainya tujuan atau kesempatan, misalnya sunk cost opportunity cost, out of pocket cost, biaya diferensial, dan lainnya.
Berikut ini akan disajikan klasifikasi biaya yang sering dilakukan untuk menyajikan informasi biaya sebagaimana yang dikemukakan oleh Sugiri sebagai berikut :
1.    Klasifikasi biaya berdasarkan fungsi perusahaan
2.    Klasifikasi biaya berdasarkan perioda mempertemukannya dengan pendapatan
3.    Klasifikasi biaya berdasarkan dapat ditelusurinya ke obyek biaya
4.    Klasifikasi biaya berdasarkan hubungannya dengan perubahan volume kegiatan
5.    Klasifikasi biaya berdasarkan kemampuan manajer untuk mengendalikannya.
6.    Klasifikasi biaya berdasarkan pengambilan keputusan.
7.    Klasifikasi biaya berdasarkan dampak keputusan terhadap kas keluar.
 
3.    Pengertian Biaya Produksi
Untuk tujuan penyusunan laporan keuangan sesuai dengan fungsi perusahaan dan penyusunan laporan keuangan untuk kepentingan eksternal (production cost and financial reporting), biaya dapat dibedakan antara biaya produksi (yang meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik.
Sebagaimana diketahui bahwa biaya merupakan bagian dari harga pokok produksi yang dikorbankan dalam usaha untuk memperoleh penghasilan, sedangkan harga pokok dapat pula disebut dengan bagian dari pada harga pokok perolehan atau harga beli aktiva yang ditunda pembebanannya. Sehingga dapat dikatakan bahwa biaya produksi adalah biaya yang terjadi dalam hubungannya dengan proses pengolahan bahan baku menjadi produk jadi.
Dalam kaitan dengan produksi dan biaya, ada tiga hal penting yang perlu diperhatikan. Pertama, kata produksi tidak hanya diartikan memproduksi barang dalam industri, melainkan lebih luas dari itu. Pengertian produksi mencakup produksi barang maupun memberikan jasa. Dengan begitu, perusahaan dagang juga melakukan proses produksi, yang terdiri dari pembelian, penyimpanan barang dagangan, pengemasan, penjualan, memberikan kredit penjualan, dan sebagainya. Kedua, dalam definisi di atas pengertian biaya tidak terbatas pada pengorbanan yang dinyatakan dalam rupiah (Rp), yang perlu dan tidak dapat dihindarkan. Jika membatasinya pada pengertian ini saja, akan menyimpang dari gambaran umum yang berlaku didunia usaha. Ketiga, harus membedakan dengan tajam antara biaya dan uang yang dikeluarkan. Berbicara mengenai biaya untuk alat-alat produksi yang dikorbankan dalam proses produksi. Sedangkan pengeluaran uang terjadi saat harga beli dari alat- alat produksi itu dibayarkan, walaupun masih belum dipakai dalam proses produksi by Sutrisno
Sebelum membicarakan masalah biaya produksi maka terlebih dahulu perlu dikemukakan pengertian tentang produksi itu sendiri. Secara umum pengertian produksi adalah kegiatan suatu organisasi atau perusahaan untuk memproses dan merubah bahan baku (raw material) menjadi barang jadi (finished goods) melalui penggunaan tenaga kerja dan fasilitas produksi lainnya.
Sutrisno mengemukakan bahwa : “ Biaya produksi adalah biaya yang dikeluarkan untuk mengolah bahan baku menjadi produk selesai.” Sedangkan Munawir mengungkapkan bahwa : “Biaya produksi (production cost) adalah biaya-biaya yang berkaitan dengan pengolahan (manufacture) atau mengubah bahan baku menjadi barang yang siap jual atau dikonsumsi, maupun biaya pelaksanaan atau pemberian jasa/pelayanan.” Selain itu, Ahmad mengemukakan bahwa : ” Biaya produksi adalah biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan suatu barang ”.
Biaya produksi merupakan biaya yang berkaitan dengan pembuatan barang dan penyediaan jasa. Biaya produksi dapat diklasifikasikan lebih lanjut sebagai biaya bahan langsung, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik. Sedangkan biaya non produksi adalah biaya yang berkaitan selain fungsi produksi yaitu, pengembangan, distribusi, layanan pelanggan dan administrasi umum.
Selanjutnya menurut Garrison, Noreen, dan Brewer ”Biaya produksi dibagi ke dalam tiga kategori besar, yaitu: bahan langsung (direct material), tenaga kerja langsung (direct labor), dan biaya overhead pabrik (manufacturing overhead)”.
Sugiri mengemukakan bahwa biaya produksi pada perusahaan manufaktur terdiri atas unsur-unsur biaya sebagai berikut :
1. Bahan Baku
Bahan baku adalah bahan yang digunakan untuk membuat produk selesai. Bahan baku dapat diidentifikasikan ke produk dan merupakan bagian integral dari produk tersebut. Sebagai contoh adalah kayu yang digunakan untuk membuat daun pintu dan jendela, kertas yang digunakan untuk membuat buku, benang untuk membuat kain mori, dan kain mori yang digunakan untuk membuat baju. Bahan baku disebut juga bahan langsung, untuk membedakannya dari bahan lain yang nilainya relatif rendah. Bahan yang nilainya relatif rendah seperti paku dan dempul pada daun pintu dan jendela. lem untuk merekatkan kertas-kertas pada buku ini termasuk sebagai unsur overhead.
Biaya bahan baku bersama dengan biaya tenaga kerja langsung disebut biaya utama (prime cost). Bahan penolong (indirect materials) merupakan bahan yang dipakai dalam proses produksi yang tidak diidentifikasikan dengan produk jadi dan nilainya relatif kecil. Biaya yang timbul karena pemakaian bahan penolong disebut biaya bahan penolong. Biaya bahan penolong dipertimbangkan sebagai biaya overhead pabrik.
2. Tenaga Kerja Langsung
Tenaga kerja langsung adalah tenaga yang langsung menangani proses produksi. Pembuat daun pintu dan jendela, operator mesin copy, penjahit dan tukang las, serta tukang batu adalah contoh tenaga kerja langsung. Mereka menangani langsung proses produksi dan karenanya dapat diidentifikasi ke produk. Gaji atau upah tenaga kerja langsung merupakan unsur biaya produksi.
Mandor yang tugasnya mengawasi para pekerja tidak termasuk dalam pengertian tenaga kerja langsung, karena tidak dapat diidentifikasi secara langsung ke produk tertentu. Apa yang dikerjakan oleh mandor pengawas bukanlah membuat produk, melainkan sekadar mengawasi para pekerja. Oleh karena itu, upah yang dibayarkan kepada mandor tidak termasuk upah langsung, melainkan upah tak langsung. Upah tak langsung diklasifikasi sebagai biaya overhead.
3. Overhead Pabrik
Biaya-biaya selain bahan baku dan tenaga kerja langsung yang diperlukan untuk memproduksi barang disebut biaya overhead pabrik (factory overhead atau manufacturing overhead atau factory burden). Hubungan biaya overhead terhadap produk adalah hubungan tak langsung. Oleh karena itu, biaya disebut juga biaya tak langsung.
Pada umumnya biaya overhead pabrik didefinisikan sebagai biaya bahan penolong, biaya tenaga kerja tidak langsung, dan semua biaya-biaya produksi yang lain yang tidak dapat dengan mudah diidentifikasikan ataupun dibebankan secara langsung pada pesanan tertentu atau produk tertentu.
 
4.    Pengertian Target Costing
Pada bab ini akan dibahas mengenai sistem biaya berdasarkan sasaran atau yang dikenal dengan istilah ”Target costing”. Selintas sistem ini mirip dengan sistem biaya standar, namun sebenarnya tidak demikian. Sistem ini lebih kompleks dari sistem biaya standar.
Manfaat utama Target costing adalah penetapan harga pokok produk sebagai dasar penetapan harga sehingga target laba yang diinginkan akan tercapai. Berikut ini adalah ilustrasi singkat proses Target costing.
 
Gambar 1 Ilustrasi Target Costing
Manajemen menghitung biaya produksi yang memungkinkan tercapainya marjin laba yang diinginkan
Market Research Menentukan harga jual produk baru
 
Engineers dan cost Analysts mendesain suatu produk yang mungkin diproduksi pada biaya tersebut
 
Sumber : Witjaksono
Dari ilustrasi target costing di atas dapat dilihat perbedaan mendasar dalam penentuan harga pokok produk antara pendekatan target costing dengan pendekatan tradisional :
Sebelum dan selama produk design
Traditional Approach                          Target Cost Approach
1stDesign Product                              1st Set Sales Price
2nd Compute Cost                             2nd Set Profit
Setelah Product Design
3rd      Set Sales Price                         3rd Compute Target Cost
Profit or Loss                         4th Design Product
Dari ilustrasi di atas perbedaan mendasar antara pendekatan tradisional dan pendekatan target costing adalah dalam hal tahapan desain produk dan penetapan harga jual. Secara tradisional proses produksi dimulai dari desain produk barang/jasa, dilanjutkan menghitung harga pokok produk, kemudian penetapan harga jual tidak bisa di-dikte oleh perusahaan, alias sudah “given”. Contohnya saja adalah jasa foto copy, dimana harga jual pasar saat ini misalnya Rp.200/lembar ukuran kertas A4 70 gram. Bila pengusaha menjual dengan harga di atas Rp.200/lembar, tentu resikonya adalah tidak laku. Dalam kondisi demikian pengusaha dituntut agar dengan harga 200/lembar ia telah dapat mengantongi keuntungan yang memadai. Bagaimana caranya ? tentu saja dengan “menekan” biaya, alias menetapkan target biaya produksi.
Dari ilustrasi tersebut Target costing dapat didefinisikan menurut Witjaksonosuatu sistem dimana (1) penentuan harga pokok produk adalah sesuai dengan yang diinginkan (target) sebagai dasar penetapan harga jual produk yang akan memperoleh laba yang diinginkan, atau (2) penentuan harga pokok sesuai dengan harga jual yang pelanggan rela membayarnya.
Contohnya :
Sebuah perusahaan otomotif tengah mempetimbangkan meluncurkan varian sedan terbaru. Dengan spesifikasi yang ditetapkan dan pangsa pasar yang dibidik maka harga jual per unit sedan adalah Rp.250 juta. Bila laba yang diinginkan per unit adalah Rp.50 juta, maka target costing dihitung sebagai berikut :
Target cost = Rp.250 juta – 50 juta = Rp.200 juta
Supriyono mendefinisikan target costing adalah ”sistem untuk mendukung proses pengurangan biaya dalam tahap pengembangan dan perencanaan produk model baru tertentu, perubahan model secara penuh atau perubahan model minor”.
 
5.    Model Penerapan Target Costing
Perlu dipahami bahwa harga pokok produk tidak terlepas dari kegiatan
sepanjang rantai nilai (Value Chain).
 
Gambar 2 Rantai Nilai dan Target costing
R & D
DESIGN
MANUFAKTURING
MARKETING
AND DISRIBUTION
COSTOMER SERVICE
Semakin rendah cost design sebagai suatu tujuan definitive yang tampaknya dapat diwujudkan kerap memacu motivasi karyawan

TARGET COSTING
Sumber : Witjaksono
Proses penetapan target costing hingga penetapan harga dapat diuraikan dalam model berikut :
Gambar 3 Target Costing Model
Target – Costing Model
Market Share Objective
Target Price
Target Profit
Target cost
Product and Process Design
Target cost tercapai
Produksi Produk
Market Share Functionality
Sumber : Witjaksono 
 
6.    Prinsip-Prinsip Penerapan Target Costing
Target costing adalah suatu proses yang sistematis yang menggabungkan manajemen biaya dan perencanaan laba. Perhitungan biaya target (target costing) menjadi suatu pendekatan khusus yang berguna untuk pembuatan tujuan penurunan biaya. Proses ini menganut prinsip-prinsip sebagai berikut:
 
Gambar 3 Prinsip-Prinsip Penerapan Target costing
KEY
PRINCIPLES
OF TARGET
COSTING
Price led costing
Life-cycle costs
Fokus Pada Product
design
Fokus Pada pelanggan
Fokus Pada Product
design
Value chain orientation
Cross-functional team
 
Sumber : Witjaksono
Menurut Witjaksono proses penerapan target costing menganut prinsip-prinsip sebagai berikut:
1)    Harga menentukan biaya (Price Led Costing)
2)    Fokus pada pelanggan
3)    Fokus pada desain produk dan desain proses
4)    Cross Functional Team
5)    Melibatkan Rantai Nilai
6)    Orientasi daur hidup produk.
Selanjutnya keenam prinsip-prinsip penerapan biaya target (target costing) tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
1.    Harga menentukan biaya (Price – Led Costing)
Persaingan yang semakin ketat dan kompetitif membuat penetapan harga jual produk bukan hal gampang. Harga jual kerap ditentukan oleh pasar, sehingga harga pasar (market price) digunakan untuk menentukan target biaya dengan formula berikut :
Target biaya = Harga pasar – Laba kotor yang diinginkan
2.    Fokus pada pelanggan
Kehendak atau kebutuhan pelanggan akan kualitas, biaya dan fungsi (functionality) secara simultan terdapat dalam produk dan dimanfaatkan dalam pengambilan keputusan berkenaan dengan desain dan perhitungan harga pokok produk. Bagi pelanggan manfaat atas fitur dan fungsi yang ditawarkan oleh produk harus lebih besar dari biaya perolehannya (alias harga jual dari sisi pandang pengusaha).
3.    Fokus pada desain produk dan desain proses
Pengendalian biaya ditekankan pada tahapan desain produk dan tahapan desain proses produksi. Dengan demikian setiap perubahan atau rekayasa harus dilakukan sebelum proses produksi, dengan tujuan menekan biaya dan mengurangi waktu “ time to market ” terutama bagi produk baru.
4.    Cross Functional Team
Tim/kelompok ini bertanggungjawab atas keseluruhan produk, dimulai dari ide/konsep produk hingga tahapan produksi penuh.
5.    Melibatkan rantai nilai
Seluruh anggota yang terlibat dalam rantai nilai, dimulai dari pemasok barang / jasa, distributor, hingga pelanggan dilibatkan dalam proses target costing.
6.    Orientasi daur hidup produk
Meminimalkan biaya selama daur hidup produk, diantara harga, bahan baku, biaya operasi, pemeliharaan, dan biaya distribusi.
 
7.    Asumsi Dasar Target Costing
Target costing sangat mungkin sesuai bagi perusahaan yang Price Taker dalam suatu pasar yang heterogen, dimana kompetisi menentukan harga jual produk barang/jasa, yang ditandai dengan kharakteristik antara lain :
1.    Umumnya tidak layak atau tidak ada kehendak untuk menawarkan produk dengan harga yang tak terjangkau oleh para kompetitor. Bila perusahaan menawarkan produk yang tak tersaingi maka persaingan ”potong leher” oligopolistik akan muncul.
2.    Keunggulan spesifik suatu perusahaan akan menentukan arah dalam melakukan deferensiasi produk baru dari yang telah ada di pasaran, misalnya :
a.    Cost Advantage produk yang sama/serupa namun dengan harga yang lebih murah
b.    Penambahan fungsi, misalnya dengan tambahan fitur baru dengan harga yang kompetitif.
 
8.    Kendala Menerapkan Target Costing
Dari uraian di atas dapat dibayangkan bahwa penerapan target costing ternyata tidak mudah. Berikut ini adalah kendala yang kerap dikeluhkan oleh perusahaan yang mencoba menerapkan target costing.
1.    Konflik antar kelompok dan atau antar anggota kelompok
2.    Karyawan yang mengalami burnout karena tuntutan target penyelesaian pekerjaan
3.    Target waktu penyelesaian yang terpaksa ditambah
4.    Sulitnya melakukan pengaturan atas berbagai faktor penentu keberhasilan target costing.
Dengan demikian sangat disarankan bagi perusahaan yang tertarik untuk menerapkan target costing memperhatikan hal-hal berikut :
1.    Manajemen puncak harus memahami proses target costing sebelum mengadopsinya.
2.    Apabila perhatian manajemen terlalu terpaku pada pencapaian sasaran target costing, maka dapat mengalihkan perhatian dari manajemen mengenai pencapaian sasaran keberhasilan organisasi secara keseluruhan.
 
9.    Penelitian Terdahulu
F. Agung Himawan 2009, “Analisis Penerapan Target Costing Dalam Penetapan Harga Bandwidth Dedicated Untuk Mengoptimalkan Perencanaan Laba (Studi Kasus Pada PT Generasi Indonesia Digital)” hasil penelitian ini menunjukan Penerapan metode target costing  melalui proses efisiensi biaya untuk produk bandwidth dedicated   pada PT Generasi Indonesia Digital dapat dilakukan. Mulai dari menganalisa proses produksi, dilanjutkan dengan menganalisa harga pasar, pada tahapan ini dilakukan perbandingan antara harga GENID dengan harga pesaing, perbedaan harga berkisar antara 2,5% sampai 15%, harga yang dimiliki GENID ada pada rata-rata. Sebelum penerapan target costing dilakukan perhitungan laba target dan menghasilkan target profit sebesar 7%, dari angka tersebut dilanjutkan dengan menghitung target costing dilanjutkan dengan perhitungan drifting cost, terdapat selisih antara keduanya sebesar Rp. 141.941.310,- artinya perusahaan masih dapat melakukan efisiensi biaya. Dengan penerapan target costing melalui efisiensi biaya, menyebabkan penurunan biaya produksi dan memungkinkan perusahaan untuk menetapkan biaya target yang lebih rendah daripada biaya yang diperkirakan akan terjadi. Target Costing yang mungkin diterapkan pada PT Generasi Indonesia Digital dapat mengoptimalkan laba produk bandwidth dedicated dengan menghasilkan laba operasi sebesar Rp. 117,660,863,- dengan persentase laba meningkat dari 0,03% menjadi 5,8% setelah menerapkan metode target costing melalui efisiensi biaya.
Yuliana Adityaningsih 2011, Dengan judul penelitian “Analisis Pendekatan Target Costing Dalam Rangka Meningkatkan Efisiensi Biaya Produksi Pada PT XYZ Di Makassar” menunjukan bahwa Hasil analisis perbandingan antara total biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dengan menurut target costing menunjukkan bahwa total biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk tahun 2006 sebesar Rp 67.361.500.000 sedangkan menurut target costing sebesar Rp 66.963.711.090 dan untuk tahun 2007 menurut perusahaan sebesar Rp 68.876.950.200 sedangkan menurut target costing sebesar Rp 68.446.134.320. dan Berdasarkan hasil analisis mengenai penerapan target costing yang menunjukkan bahwa pelaksanaan target costing pada PT Sermani Steel jauh lebih efisien jika dibandingkan dengan yang dilakukan perusahaan selama ini, dimana dengan penerapan target costing maka perusahaan dapat memperoleh penghematan biaya, yaitu untuk tahun 2006 sebesar Rp 397.788.910 dan tahun 2007 sebesar Rp 430.815.880.
Arwina Novieanti Alimuddin 2012, Dengan Penelitian “Analisis Pendekatan Target Costing Sebagai Alat Penilaian Efisiensi Produksi Semen Pada Pt. Semen Tonasa Di Kabupaten Pangkep” Hasil analisis perbandingan antara total biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dengan menurut target costing, menunjukkan bahwa total biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk tahun 2008 sebesar Rp.334.864,13, sedangkan menurut target costing sebesar Rp.292.451,22, tahun 2009 menurut perusahaan sebesar Rp.360.842,55 sedangkan menurut target costing sebesar Rp.315.630,25. Sedangkan pada tahun 2010 sebesar Rp. 372.534,92 dan menurut target costing sebesar Rp.333.112,-  Berdasarkan hasil analisis mengenai penerapan target costing, yang menunjukkan bahwa penerapan target costing pada PT. Semen Tonasa lebih efisien jika dibandingkan dengan yang dilakukan oleh perusahaan selama ini, dimana dengan penerapan target costing maka perusahaan dapat memperoleh penghematan biaya. Hal ini dapat dilihat bahwa untuk tahun 2008 sebesar Rp.285.983.313.802, tahun 2009 terjadi penghematan sebesar Rp. 300.054.591.595, dan pada tahun 2010 sebesar Rp.350.328.972.065.
 
III.        Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pembahasan, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan antara lain:
1.    Diharapkan dari Hasil analisis perbandingan antara total biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dengan menurut target costing, menunjukkan bahwa total biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan jauh lebih besar sedangkan menurut target costing jauh lebih efisien dengan perbandingan total biaya yang cukup singnifikan dimana pada perusahan yang menerapkan konsep target costing jauh lebih efisien dalam proses produksinya hal ini di dukung dan dapat dilihat dalam penelitian yang telah dilakukan.
2.    Meskipun tujuan langsung dalam biaya target (target costing) adalah biaya, namun biaya target (target costing) tetap dihubungkan dalam perencanaan perusahaan yaitu untuk memperoleh laba yang maksimal. Artinya dengan semakin efisiennya perusahan dalam proses produksi di harapkan dapat meningkatkan perolehan laba.
Saran
Adapun saran-saran dari hasil makalah ini dapat diuraikan sebagai berikut :
1)    Disarankan kepada perusahaan agar menerapkan target costing sebagai alat perencanaan laba dalam proses produksinya.
2)    Disarankan pula agar perusahaan perlu lebih memperhatikan masalah efisiensi dalam penggunaan biaya produksi dan juga dengan adanya efisiensi perusahaan dapat bersaing dengan perusahaan-perusahaan lain.
DAFTAR PUSTAKA
Thomson 2006, Akuntansi Biaya  Buku 1, Edisi Ke Tiga Belas Peneribit Salemba Empat, Jakarta 
Garrison, H. Ray; Eric W. Noreen; dan Peter C. Brewer. 2006, Akuntansi Manajerial, (terjemahan: A. Totok Budisantoso), Buku I, Edisi Kesebelas, Penerbit : Salemba Empat, Jakarta
Hansen dan Mowen, 2000, Manajemen Biaya Akuntansi dan Pengendalian, Edisi Pertama, Penerbit: Salemba Empat, Jakarta
Witjaksono, 2006, Akuntansi Biaya, Edisi Pertama, Cetakan Pertama, Penerbit : Graha Ilmu, Yogyakarta
F. Agung Himawan 2009, “Analisis Penerapan Target Costing Dalam Penetapan Harga Bandwidth Dedicated Untuk Mengoptimalkan Perencanaan Laba (Studi Kasus Pada PT Generasi Indonesia Digital)”
Yuliana Adityaningsih 2011, Dengan judul penelitian “Analisis Pendekatan Target Costing Dalam Rangka Meningkatkan Efisiensi Biaya Produksi Pada PT XYZ Di Makassar”
Arwina Novieanti Alimuddin 2012, Dengan Penelitian “Analisis Pendekatan Target Costing Sebagai Alat Penilaian Efisiensi Produksi Semen Pada Pt. Se

 photo addesign_zpsmuohilya.gif